Hijaukan Gedung Dakwah, Pemuda Muhammadiyah Sidayu Tanam Harapan Bersama LAZISMU

Sidayu, — Suasana di sekitar Gedung Dakwah Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu tampak berbeda pada Ahad pagi (1/2/2026). Di tengah udara yang masih segar dan tanah yang lembap oleh embun, deretan bibit pohon mangga siap ditanam. Dari ruang sederhana itulah, Pemuda Muhammadiyah Sidayu menanam harapan—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan.

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu berkolaborasi dengan Kantor Layanan LAZISMU Sidayu menggelar aksi penanaman pohon di lingkungan Gedung Dakwah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemuda terhadap kelestarian lingkungan sekaligus bagian dari dakwah yang membumi dan berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong, para kader turun langsung ke lapangan. Cangkul dan bibit pohon berpindah dari tangan ke tangan, diiringi canda ringan dan senyum kebersamaan. Setiap lubang tanah yang digali bukan sekadar tempat menanam pohon, melainkan simbol komitmen bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar, tetapi juga melalui tindakan konkret yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan.

Ketua PCPM Sidayu, Ahmad Fani Alfian, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dakwah ekologis yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai pelopor perubahan, termasuk dalam menjaga keseimbangan alam.

“Menanam pohon hari ini berarti menanam harapan untuk generasi esok. Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan bahwa gerakan dakwah tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam aksi nyata—sederhana, namun berkelanjutan,” ungkap Fani di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, pemilihan pohon mangga dilakukan dengan pertimbangan manfaat jangka panjang. Selain relatif mudah dirawat, pohon mangga memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis yang dapat dirasakan bersama oleh warga di sekitar Gedung Dakwah.

Sementara itu, perwakilan Kantor Layanan LAZISMU Sidayu, Zamroni, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat filantropi Islam yang diusung LAZISMU. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya diwujudkan dalam bantuan konsumtif, tetapi juga melalui program produktif yang memberi dampak berkelanjutan.

“Kami ingin dana umat yang dihimpun LAZISMU benar-benar menghadirkan manfaat luas. Penanaman pohon adalah investasi kebaikan—manfaatnya terus tumbuh, dan pahalanya mengalir dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar bibit-bibit yang ditanam tumbuh subur, berbuah lebat, dan menjadi saksi kepedulian pemuda terhadap bumi. Dari Sidayu, Pemuda Muhammadiyah kembali menegaskan satu pesan penting: perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama, dengan tangan yang bekerja dan hati yang peduli.

(Azhar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita Jatim