Lewati ke konten
Wednesday, 28 October 2026
Membaca Jawa Timur dari Dekat
Cari
Ekonomi

Galangan Kapal PT PAL di Pesisir Lamongan Diproyeksikan Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

Galangan Kapal PT PAL yang berada di Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Lamongan
Galangan Kapal PT PAL yang berada di Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Lamongan

LAMONGAN | JATIMNUSA — Kehadiran fasilitas galangan kapal PT PAL Indonesia di wilayah pesisir Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, diproyeksikan mulai membuka ruang penyerapan tenaga kerja baru bagi masyarakat setempat.

Langkah ekspansi industri maritim di kawasan utara Lamongan ini diharapkan dapat memberi dampak langsung terhadap pengurangan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan warga pesisir.

Ketua Tim PMN PT PAL Indonesia, Uut Tata Wijaya, menyampaikan bahwa pada tahap awal operasional, divisi pemeliharaan dan perbaikan kapal di fasilitas Paciran ditargetkan menyerap setidaknya 200 tenaga kerja.

Jumlah tersebut, menurut Uut, masih berpotensi bertambah seiring dengan keterlibatan perusahaan mitra atau pihak ketiga (sub-contractor) yang mendukung operasional galangan.

“Serapan 200 orang ini baru di divisi pemeliharaan, belum termasuk tenaga kerja pendukung dari sub-contractor. Kami juga melibatkan pihak desa dan warga sekitar dalam prosesnya,” ujar Uut di Lamongan, Kamis (23/9/2026).

Guna memastikan warga lokal mampu memenuhi standar kualifikasi industri pembuatan dan perbaikan kapal, PT PAL berencana memberikan program pendidikan serta pelatihan khusus bagi para calon pekerja.

Rencana penyerapan tenaga kerja dan pelatihan teknis ini disambut positif oleh warga pesisir. Kepala Dusun Klayar, Fadhulloh, berharap pihak perusahaan dapat memprioritaskan pemuda setempat yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan industri.

“Sinergitas yang sudah dibangun dengan warga kami harap terus dikembangkan. Kami ingin pemuda dan warga yang layak bisa betul-betul diserap sebagai tenaga kerja lokal,” kata Fadhulloh.

Selain sektor ketenagakerjaan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, melalui kegiatan kebersihan lingkungan.

Operasional fasilitas ini nantinya akan mulai menerapkan energi terbarukan berbasis panel surya (solar cell) untuk penerangan jalan dan kantor.

Fasilitas di Paciran ini disiapkan untuk melayani pemeliharaan kapal sepanjang 60 meter hingga 100 meter, seperti kapal perang dan kapal tongkang, sebelum nantinya memproduksi kapal baru. 

Pengembangan galangan ini ditopang Penyertaan Modal Negara (PMN) 2023 sebesar Rp 427 miliar untuk mendorong optimalisasi industri maritim nasional.